197D IBU MEMPELAI PRIA MENGINTIP LEWAT CELAH PINTU DAN PANIK: “RAKA, BATALKAN PERNIKAHAN INI SEKARANG!”

Posted Aug 20, 2026

Preview

Ratih masih berdiri terpaku setelah mendengar jawaban Raka. Dadanya naik turun, sementara matanya terus menatap wajah putranya seolah berusaha mencari tanda bahwa semua yang baru saja didengarnya hanyalah kesalahpahaman. Namun Raka tetap tenang. Tidak ada kepanikan, tidak ada kemarahan, bahkan tidak ada sedikit pun keterkejutan. Sikap itu justru membuat Ratih semakin takut. Selama ini ia mengira Raka adalah seorang pria yang akan hancur jika mengetahui perempuan yang dicintainya mengkhianatinya tepat sebelum pernikahan. Tetapi sekarang ia sadar bahwa Raka bukan korban dalam permainan itu. Ia sudah mengetahui semuanya sejak awal.

Raka kemudian meminta ibunya untuk tenang dan tidak mengatakan apa pun kepada para tamu. Ia menjelaskan bahwa beberapa minggu sebelumnya, ia menemukan sejumlah kejanggalan dalam hubungan Laras dengan seorang pria misterius. Pesan-pesan yang terhapus, pertemuan rahasia, dan beberapa rencana yang sengaja disembunyikan membuat Raka mulai curiga. Alih-alih membatalkan pernikahan, ia memilih diam dan mengamati. Ia ingin mengetahui seberapa jauh Laras dan orang-orang di belakangnya akan melangkah. Ratih mendengarkan dengan wajah pucat. Ia tidak percaya putranya mampu menyimpan rahasia sebesar itu sambil tetap menjalani semua persiapan pernikahan seolah tidak terjadi apa-apa.

Raka lalu mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan. Pernikahan itu bukan sekadar hubungan yang dimanfaatkan Laras untuk mendapatkan kekayaan keluarga Wiratama. Ada rencana yang lebih besar. Setelah resmi menjadi istri Raka, Laras seharusnya memperoleh akses terhadap sejumlah aset keluarga dan dokumen penting yang selama ini berada dalam pengawasan Raka. Pria yang ditemui Laras ternyata bukan sekadar kekasih rahasia. Ia adalah seseorang yang membantu mereka menjalankan rencana tersebut. Ratih menutup mulutnya dengan tangan. Kini ia memahami mengapa Raka sengaja membiarkan acara tetap berlangsung. Ia tidak sedang mempertahankan pernikahan. Ia sedang menunggu saat yang tepat untuk membongkar seluruh permainan mereka.

Di sisi lain, suasana di dalam ballroom masih tampak sempurna. Para tamu elite berbincang dengan tenang, para fotografer menyiapkan kamera, dan keluarga besar menunggu dimulainya upacara. Tidak seorang pun menyadari bahwa di balik kemewahan tersebut, sebuah rahasia besar sedang menuju titik kehancurannya. Raka meminta Ratih tetap bersamanya. Ia mengatakan bahwa semua bukti sudah diamankan dan beberapa orang kepercayaannya sedang memastikan tidak ada dokumen atau aset keluarga yang bisa dipindahkan. Ratih menatap putranya dengan campuran rasa takut dan bangga. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa ketenangan Raka sejak pagi bukanlah ketidakpedulian, melainkan keyakinan bahwa kebenaran akan segera muncul.

Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki terdengar dari arah lorong. Laras muncul dari ruang tunggu dengan gaun pengantin yang sempurna, tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. Ia berjalan menuju ballroom dengan penuh percaya diri. Namun ketika matanya bertemu dengan Raka, senyumnya perlahan berubah. Ada sesuatu dalam tatapan Raka yang membuatnya berhenti sesaat. Raka tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatapnya dengan tenang. Laras mencoba kembali tersenyum, tetapi wajahnya mulai tegang. Ratih berdiri di samping Raka dan menyadari bahwa putranya sedang menunggu Laras membuat langkah berikutnya sendiri.

Ketika upacara hendak dimulai, Raka akhirnya bergerak maju. Di hadapan keluarga dan para tamu, ia meminta semua orang tetap berada di tempat. Suasana langsung menjadi sunyi. Laras menatapnya dengan bingung, lalu bertanya mengapa acara dihentikan. Raka tidak menjawab dengan emosi. Ia hanya mengatakan bahwa sebelum mengucapkan janji pernikahan, ada satu hal yang harus diketahui semua orang. Beberapa bukti kemudian diperlihatkan, cukup untuk membuat wajah Laras kehilangan warna. Ratih menatap putranya dengan napas tertahan. Rahasia yang selama ini disembunyikan akhirnya terbuka di depan semua orang, dan Laras tidak lagi memiliki ruang untuk berpura-pura.

Laras mencoba menjelaskan semuanya, tetapi tidak ada lagi yang percaya. Raka tetap berdiri dengan tenang dan mengatakan bahwa ia tidak akan menikahi seseorang yang sejak awal menjadikan pernikahan sebagai jalan untuk menghancurkan keluarganya. Ia tidak membalas pengkhianatan dengan kemarahan. Ia hanya membatalkan pernikahan dan menyerahkan seluruh bukti kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti. Ratih akhirnya menggenggam tangan putranya, masih terkejut dengan semua yang terjadi. Hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru berubah menjadi hari ketika sebuah rencana jahat terbongkar. Raka menatap lorong kosong menuju ruang pengantin dan kemudian berjalan pergi bersama ibunya. Di belakang mereka, kemewahan pesta perlahan kehilangan maknanya. Pernikahan itu memang tidak pernah menjadi kisah cinta. Sejak awal, itu adalah sebuah jebakan—dan pada akhirnya, justru orang yang memasang jebakanlah yang terperangkap di dalamnya.

 

Comments (0)

Loading comments...

173D Wanita Tua Itu Didorong di Karpet Merah… Tanpa Tahu Dialah Pemegang Rahasia Keluarga Terkaya!
Pria muda itu membuka amplop dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat sebuah surat lama, salinan akta kelahiran, foto seorang perempuan muda yang menggendong bayi, dan kartu memori kecil yang dibungkus kain. Ketika melihat foto itu, napasnya tertahan. Perempuan dalam foto adalah ibunya yang selama ini dikatakan meninggal karena sakit setelah melahirkannya. Namun di belakang foto tertulis tanggal dua tahun setelah kematian yang tercatat. Siti menjelaskan bahwa ibu kandungnya sebenarnya masih hidup saat itu dan berusaha melarikan diri setelah mengetahui keluarga besar mereka mencuri perusahaan milik kakeknya. Sebelum berhasil membawa putranya pergi, ia dibungkam dan dipisahkan darinya. Nama pria muda itu adalah Arga. Sejak kecil, ia hanya diberi tahu bahwa Siti adalah pengasuh yang pergi tanpa pamit. Kenyataannya, Siti merupakan satu-satunya saksi yang melihat paman Arga memalsukan surat warisan dan mengambil alih seluruh harta keluarga. Siti membawa Arga yang masih bayi keluar dari rumah pada malam kejadian, tetapi orang-orang suruhan pamannya mengejar mereka. Demi menyelamatkan Arga, Siti menyerahkannya kepada neneknya, lalu menghilang dan berpindah-pindah kota. Selama puluhan tahun ia hidup dalam kemiskinan, sementara orang yang menghancurkan keluarga Arga menikmati kekayaan dan kehormatan. Ia baru berani kembali setelah mendengar Arga akan diumumkan sebagai penerus perusahaan malam itu. Arga memasukkan kartu memori ke dalam ponselnya. Rekaman suara seorang pria tua langsung terdengar. Itu adalah suara kakeknya, pendiri perusahaan yang namanya terpampang di seluruh gedung gala. Dalam rekaman tersebut, sang kakek menyebut Siti sebagai orang kepercayaannya dan menyatakan bahwa seluruh saham utama hanya boleh diwariskan kepada ibu Arga dan keturunannya. Rekaman berikutnya berisi suara paman Arga yang mengancam Siti agar menyerahkan dokumen asli. Para tamu yang tadi menertawakan Siti mulai saling berpandangan. Sebagian dari mereka adalah direktur dan pemegang saham yang selama bertahun-tahun tunduk kepada paman Arga. Mereka akhirnya menyadari bahwa kerajaan bisnis itu dibangun di atas pengkhianatan. Dari dalam aula, paman Arga keluar dengan wajah tegang. Ia mencoba merebut amplop dari tangan Arga dan menuduh Siti sebagai penipu. Namun Arga berdiri di depan Siti dan memerintahkan tim keamanannya untuk menghentikan siapa pun yang mendekat. Siti kemudian mengeluarkan dokumen terakhir yang selama ini dijahit di bagian dalam mantelnya: surat warisan asli dengan cap notaris dan sidik jari sang pendiri. Seorang notaris senior yang hadir sebagai tamu mengenali dokumen itu dan langsung menyatakan bahwa cap tersebut asli. Wajah paman Arga berubah pucat. Untuk pertama kalinya, lelaki yang selama ini disegani itu terlihat seperti seorang penjahat yang kehilangan tempat bersembunyi. Arga meminta seluruh pintu aula ditutup dan memerintahkan layar utama dinyalakan. Rekaman suara, dokumen warisan, serta bukti transfer ilegal ditampilkan di hadapan semua tamu. Beberapa direktur segera menyerahkan data tambahan karena takut ikut terseret. Polisi dipanggil, dan dalam waktu singkat paman Arga dibawa keluar dari gedung yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai simbol kekuasaannya. Dua petugas keamanan yang mendorong Siti juga diberhentikan saat itu juga. Arga tidak memaki mereka. Ia hanya memerintahkan semua rekaman penghinaan disimpan sebagai bukti dan berkata bahwa orang yang menilai manusia dari pakaian tidak pantas menjaga pintu tempat mana pun. Setelah keributan berakhir, Arga membawa Siti ke rumah sakit. Dokter mengatakan tubuhnya sangat lemah karena bertahun-tahun kurang makan dan tidak mendapatkan pengobatan. Arga duduk di samping tempat tidurnya sepanjang malam. Ia meminta maaf karena tidak pernah mencarinya lebih sungguh-sungguh. Siti tersenyum dan mengatakan bahwa ia tidak kembali untuk meminta kekayaan. Ia hanya ingin memastikan Arga mengetahui siapa yang benar-benar mencintainya dan mengapa ibunya menghilang. Arga menggenggam tangannya sambil menangis. Ia berjanji bahwa mulai hari itu Siti tidak akan lagi hidup sendirian. Bagi Arga, perempuan tua itu bukan pelayan, melainkan ibu kedua yang telah mengorbankan seluruh hidupnya. Beberapa bulan kemudian, Arga mengubah Istana Kristal menjadi pusat bantuan bagi lansia terlantar dan keluarga pekerja miskin. Ruang gala yang dahulu dipenuhi orang-orang sombong kini digunakan untuk pemeriksaan kesehatan, makanan gratis, dan bantuan hukum. Di pintu utama dipasang sebuah foto sederhana: Siti mengenakan pakaian bersih, berdiri sambil tersenyum di samping Arga. Tidak ada gelar atau jumlah kekayaan tertulis di bawahnya, hanya kalimat bahwa nilai seseorang tidak pernah ditentukan oleh pakaiannya. Pada acara pembukaan, Arga menggandeng Siti melewati karpet merah yang sama. Kali ini, semua orang berdiri menundukkan kepala dengan hormat, sementara Siti melangkah masuk tanpa rasa takut.  

Indo

13IK Menantu Kejam Mengusir Ibu Mertuanya di Tengah Hujan… Tapi Suaminya Melihat Semua Rekamannya

13IK Menantu Kejam Mengusir Ibu Mertuanya di Tengah Hujan… Tapi Suaminya Melihat Semua Rekamannya

Posted Aug 20, 2026

Di bandara, pria itu tetap berdiri beberapa detik tanpa bergerak, seolah seluruh dunia berhenti di sekelilingnya. Wajahnya yang tadi tenang kini ber...

08IDPHH Mereka Merundung Menantu Baru... Tapi Akhirnya Menyesal Seumur Hidup!

08IDPHH Mereka Merundung Menantu Baru... Tapi Akhirnya Menyesal Seumur Hidup!

Posted Aug 20, 2026

Keheningan berat menyelimuti seluruh mansion setelah suara teriakan perwira tinggi polisi itu terdengar. Sang suami mundur ketakutan, tangannya geme...

196DDua Puluh Tahun Kemudian, Gadis Itu Kembali ke Rumah Mewah dan Mengucapkan Satu Kalimat yang Membuat Ayahnya Terdiam!

196DDua Puluh Tahun Kemudian, Gadis Itu Kembali ke Rumah Mewah dan Mengucapkan Satu Kalimat yang Membuat Ayahnya Terdiam!

Posted Aug 20, 2026

Pria itu berdiri terpaku di tengah ruang makan, seolah seluruh kekuatannya tiba-tiba menghilang. Tatapannya terus tertuju pada wajah wanita muda di ...

11ikKakak Ipar Ini Hampir Mencelakai Pewaris Keluarga… Tapi Satu Kamera Menghancurkan Semua Kebohongannya!

11ikKakak Ipar Ini Hampir Mencelakai Pewaris Keluarga… Tapi Satu Kamera Menghancurkan Semua Kebohongannya!

Posted Aug 19, 2026

Monica berdiri terpaku di tengah atrium, wajahnya mendadak pucat setelah menyadari bahwa seluruh tindakannya kemungkinan besar telah terekam oleh ka...

170D SOSIALITA SOMBONG MENUMPAHKAN SISA MAKANAN KE GADIS KECIL... DETIK BERIKUTNYA AYAH SANG GADIS MUNCUL DENGAN AMARAH!

170D SOSIALITA SOMBONG MENUMPAHKAN SISA MAKANAN KE GADIS KECIL... DETIK BERIKUTNYA AYAH SANG GADIS MUNCUL DENGAN AMARAH!

Posted Aug 19, 2026

Raka berdiri melindungi putrinya, tatapannya tak pernah lepas dari wanita yang baru saja mempermalukan anak itu. Dapur megah itu tenggelam dalam keh...

171D Ibu Mertua Mendorong Menantu Hamil dari Lantai Dua… Tapi Orang yang Menangkapnya Menghancurkan Segalanya!

171D Ibu Mertua Mendorong Menantu Hamil dari Lantai Dua… Tapi Orang yang Menangkapnya Menghancurkan Segalanya!

Posted Aug 19, 2026

Bima tidak menunggu jawaban Ratna. Ia mengangkat Sari dengan hati-hati ke sofa, lalu memanggil ambulans sambil terus memastikan napasnya stabil. Sari...